Total Tayangan Halaman

Kamis, 20 November 2014

Publik Speaking

Menurut Ys. Gunadi dalam Himpunan Istilah Komunikasi, public speaking adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan mengenai suatu hal atau topik di hadapan banyak orang dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi kepada masyarakat di tempat tertentu

salah satu contohnya adalah news anchor yang dimana adalah seseorang yang membawakan atau menyajikan berita. Pada radio dan televisi, faktor penyaji berita memegang peranan penting dalam menyampaikan naskah berita pada khalayak. Isi berita harus jelas dan komunikatif. Contoh: Panda Nababan di Seputar Indonesia; Jeremy Teti di Liputan 6; Boy Noya di Metro Sport, dll.



tips-tips untuk menjadi news anchor 
Beberapa prasyarat untuk menjadi presenter tv yang baik, yakni:
  • Penampilan yang baik dan perlu didukung oleh watak dan pengalaman.
  • Kecerdasan pikiran yang meliputi pengetahuan umum, penguasaan bahasa, daya penyesuaian, dan daya ingatan yang kuat.
  • Keramahan yang tidak berlebihan.
  • Jenis suara yang tepat dengan warna suara yang enak, menyenangkan untuk didengar.
  • Memiliki wibawa yang cukup mantap.

Selain itu, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh seorang presenter, yaitu:
  1. Kenali diri (know your self).Mengetahui dengan pasti kelebihan-kelebihan dirinya yang dapat dipakai sebagai modal untuk ditonjolkan dan dipublikasikan. Jadi harus punya rasa dan percaya diri.
  2. Kepribadian (image personality).
    Penentuan brand image hendaknya dilakukan pertama kali saat akan memulai karier ini, sebagai contoh mau memilih image ‘serius’ atau ‘humoris’selanjutnya harus konsisten dengan tersebut guna memilih acara-acara yang sesuai dengan image yang image yang ingin ditonjolkan. Sebaiknya tetap konsisten pada pilihan awal, karena sekali kita terlibat dalam suatu pekerjaan akan menentukan image selanjutnya.
  3. Karakter yang baik (great character).
    Menjaga sikap-sikap tertentu agar mendapat kepercayaan rekan bisnis seperti tepat waktu, disiplin, selektif terhadap pemilihan acara, dan sebagainya.
  4. Pengaturan waktu (time management).
    Pengaturan waktu adalah aspek penting yang harus diperhatikan oleh seorang presenter. Misalnya harus datang menerima brief dari klien, hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya salah persepsi ketika membawa acara, harus tepat waktu berkaitan dengan persiapan acara.
  5. Penggunaan humor
    Penggunaan humor dalam suatu presentasi merupakan senjata yang ampuh untuk merebut hati khalayak dan keluar dari krisis. Cara ini dianggap efektif karena sangat membantu mengurangi ketegangan dan kebosanan khalayak. Walaupun begitu, tidak semua presenter bisa menyampaikan humor yang dapat membuat khalayak terhibur. Jika seorang presenter tidak mempunyai kemampuan untuk itu, sebaiknya jangan dipaksakan, karena hal itu malah menimbulkan kesan konyol.
  6. Bahasa tubuh
    Penggunaan bahasa tubuh yang baik dan benar dapat mempermudah seorang pembicara dalam menyampaikan sesuatu. Dalam beberapa kasus, bahasa tubuh ternyata lebih komprehensif daripada kata-kata. Bahasa tubuh dalam konteks pembicara terbagi menjadi:
    A. Pakaian. Cara berpakaian akan menunjukkan dari kelompok mana seseorang berasal. Melalui pakaian, kita harus berusaha untuk diakui oleh khalayak yang kita hadapi agar dianggap satu dengan mereka. Oleh karena itu kita harus menyesuaikan diri siapa khalayak yang kita hadapi. Berpakaian pada saat berbicara tidak perlu harus mewah. Jangan sampai khalayak memperhatikan apa yang kita kenakan, bukan apa yang kita bicarakan. Intinya, dalam berpakaian, kita harus menyesuaikan jenis khalayak dan di mana kita tampil.
    B. Gerakan tubuh/ postur. Postur atau gerakan tubuh yang kita tampilkan di depan akan memberikan gambaran sikap. Cara berjalan saat pertama kali muncul harus kita perhatikan. Pastikan kedua kaki lurus pada waktu melangkah. Jangan berlenggang dan berjalan terlalu tegap, usahakan tenang dan penuh kewaspadaan. Tegakkan kepala dan pandang khalayak dengan mata yang antusias dan penuh senyum. Ketika berbicara, pastikanbagian atas tubuh lurus sehingga paru-paru mempunyai ruang yang cukup untuk bernafas.
    C. Kontak mata. Kemampuan menciptakan kontak mata dengan khalayak pada saat berbicara adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pembicara. Kontak mata adalah kontrol yang ampuh untuk mengetahui apakah kita pembicara yang membosankan atau menyenangkan. Dari mata khalayak, kita bisa mengetahui apakah ia menikmati pembicaraan atau tidak.
    D. Gerakan tangan. Gerakan tangan menunjukkan antusiasme kita terhadap acara dan khalayak. Gerakan tangan yang kita perlihatkan saat tampil di depan sebaiknya tidak berlebihan. Kita bisa mempelajari gerakan tangan dengan melihat bagaimana orang di sekitar kita berbicara sambil menggerakkan tangan dalam kehidupan sehari-hari. Engan cara ini, kita bisa melihat gerakan tangan yang wajar, sehingga tidak berlebihan.
    E. Ekspresi wajah. Munculkan ekspresi wajah yang rileks, bersahabat, ramah dan menyenangkan melalui senyum yang tulus.
  7. Kontrol suara
    Faktor penting yang mendukung penampilan kita di depan khalayak saat berbicara adalah suara. Penyampaian vokal yang baik bisa kita dapat melalui penguasaan terhadap 3 hal, yaitu:
    A. Pernafasan. Untuk berbicara di depan publik diperlukan ruang suara yang solid agar dapat menyampaikan kalimat yang lebih panjang dari biasanya. Jangan juga makan terlalu banyak sebelum bicara karena makanan akan mempersempit ruang oaru-paru.
    B. Ekspresi. Suara yang baik tidak akan berarti tanpa ekspresi yang baik. Tiga elemen penting yang harus diperhatikan dalam ekspresi adalah:
    1. Pitch (tinggi rendah suara). Setiap orang memiliki pitch yang berbeda dan tergantung pada situasi apa ia berada. Dalam konteks berbicara di depan publik, suara tinggi biasanya disebabkan oleh rasa gugup yang tidak terkontrol. Pitch tinggi dalam public speaking dapat disiasati dengan cara latihan intensif, kalau perlu dengan instruktur.
    2. Pace (kecepatan berbicara). Dalam berbicara di depan khalayak sebaiknya jangan terlalu cepat. Hal ini dilakukan agar khalayak memiliki waktu untuk mendengar dan menelaah kata-kata yang disampaikan oleh pembicara. Tempo cepat diperlukan untuk menunjukkan sikap enerjik, sedang tempo lambat diperlukam pada topik-topik penting. Tips yang bisa kita lakukan dalam mengntrol tempo adalah berhenti sejenak sebelum dan sesudah menyampaikan pernyataan yang oenting dan panjang, ambil nafas, dan sesekali melihat ke arah khalayak.
    C. Phrasing (pemenggalan kalimat). Pemenggalan kalimat harus diperhatikan tidak hanya untuk mengatur nafas, tetapi juga dalam penyampaian makna. Arti kalimat akan berbeda jauh dengan makna sebenarnya jika salah memenggal kata atau kalimatnya.

Minggu, 02 November 2014

Tugas 2 - bahasa indonesia

TUGAS 2


Buat materi tentang kutipan, contoh-contoh dan cari contohnya macam penggumpulan data.



kutipan, contoh dan contoh macam penggumpulan data.



  • Pengertian:
Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

  • Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu


Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
  • Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.


  • Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung:

Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )

Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.

d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi

Ada tiga cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu:

1. cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.

2. cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari kutipan itu sendiri adalah satu spasi

3. cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim dfisebut footnote (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi. Antara bagian teks dengan footnote dipisahkan dengan garis lurus sepanjang dua inci dan jarak baris antara garis pemisah dengan teks adalah satu setengah spasi, sedangkan jarak baris antara garis pemisah atau footnote adalah dua spasi.indensi untuk footnote seperti indensi alines bsru dalam teks. Jarak baris dalam footnote adalah satu spasi, sedangkan jarak antara footnote satu dengan footnote lain dalam tiap halaman adalah dua spasi.
  • contoh kutipan
1. Kutipan langsung

“Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38)


 “Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78).
·         Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis atau pembicara (keraf,1983:3).

·         Dengan rumus ini kita dapat menaksir tingkat keterbacaan dan keterpahaman sebuah tulisan (perpera,1928: 168).

2. Kutipan tak langsung

Penulisan dengan identasi merupakan konvensi penulisan yang bagus untuk diikuti. Identasi berarti memberi iden setiap menemui blok baru pada blok-blok yang berbeda. Identasi adalah gaya penulisan program bukan bagian bahasa secara teknis, sehingga digunakan untuk memperjelas pembacaan program oleh pemrogram, bukan oleh kompilator. Kompilator menghasilkan keluaran yang sama meski tanpa identasi. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 174)

Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357).

‘Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8).

Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:8) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar y akin akan mendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

Alqur’an memerintahkan umat islam agar menggunakan akalnya dalam mengamati hakikat alam semesta. Perintah semacam itu di antaranya termaktub dalam surrah arrum [30] ayat 22.

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada intervensi dalam pengusutan kasus Bank Century yang diduga terindikasi pelanggaran tindak pidana korupsi (Republika, Ahad 7 Maret 2010 halaman 1 ).





contoh macam penggumpulan data
1. contoh pengumpulan data kutipan


Bahasan masalah:
a)    Teknik pengumpulan data, wawancara, angket, dan obserfasi.
b)   Tujuan membuat kutipan
c)    Jenis kutipan
d)   Cara mengutip


1. Teknik pengumpulan data, wawancara, angket dan   obserfasi.

A.  Tekhnik Pengumpulan Data
Dengan menetapkan dan mempersempit sebuah topic, maka penulis akan lebih memusatkan perhatiannya pada masalah kusus, sehingga dapat mencari bahan-bahan yang sangat kusus, terbuka pula kemungkinan untuk membhas topic itu secara terperinci dan mendalam.
      Data atau informasi sebelum di gunkan dalam karangan, Semua data hars di evaluasi kebenarannya apakah data itu fakta atau factual.Namun data yang telah di kumpulkan itu bisa di percaya kebenarannya, misalnya angka-angka statistic, tentang inpor exspor, statistic kependudukan, dan sebagainya.Data semacam itu tetap di pergunakan dan tetap di buat sebagai data. Ada beberapa cara yang dapat di pergunakan untuk mengumpulkan data informasi serta menguji data dan informasi tersebut. Cara-cara tarsebut adalah mengadakan wawancara, mengadakan angket, mengadakan informasi penelitian lapangan atau mengadaka penelitian kepustakaan.[1]

1) Empat Langkah Penyediaan Data.
a.       Penentuan sumber data harus tepat: Sumber data haruslah di temukan secara “purposive” dengan segala pertimbangan dan resiko demi data yang sempurna.
b.      Inventarisasi data :Data juga harus dapat di temukan dengan memadai atau bahkan melimpah, sehingga ada kesempatan bagi peneliti untuk mengesapingkan data yang salah.
c.       Seleksi dat : Data di pisahkan menjadi data yang baik, data yang kurang baik, dan data yang tidak baik.
d.      Klasifikasi data : Data di golong-golongkan atau di sesuaikan dengan tujuannya data yang di klsifikasi dengan sempurna inilah yang kemudian di kenal sebagai metode analisis data.

2)  Aspek-aspek dalam analisis data :
a.       Persyaratan: Beberapa persyaratan yang di persyaratkan oleh pihak lain di luar kekuasaan penulis.
b.      Kendala: Beberapa kelemahan yang terjadi di luar kekuasaan.
c.       Asumsi: Anggapan-anggapan yang harus di buat di buat oleh penulis demi terwujudnya karya tulis.
d.      Tolak ukur: Ukuran-ukuran yang di gunakan dalam menilai data ketika dat itu di analisis.
e.       Ancangan teori: Dengan ancangan teori yang tepat dimungkinkan terakhir hasil analisis yng juga tepat.[2]

B.  Wawancara dan Angket
Wawancara dalam dalam istilah lain di kenal dengan interview. Wawancara merupkan suatu metide pengumpulan berita, data, atau fakta di lapangan. Prosesnya bisa di lakukan secara langsung dengan bertatap muka secara langsung (face to face)dengan [3]narasumber.Namun bisa juga di lakukan dengan tidak langsung seperti melalui telepon, internet, atau surat(wawancara tertulis).
Kelebihan teknik wawancara: pewawancara dapat secara lues mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu.Pewawancara dapat mengoberfasi perilaku no verbal, misalnya rasa suka, atau periaku lainnya saat pertanyaan diajukan dan dijawab atas seluruh pertanyaan yang diajukan.
Angket di sebut daftar kuesioner yang dapat juga di jawab secara tertulis oleh informan, angket mempunyai keuntungan lain dibandingkan dengan wawancara, yaitu peneliti dapat memperoleh data cukup banyak.

C.  Observasi
Tekhnik obserfasi atau pengamatan marupakan salah satu teknik pengumpulan fakta atau data yang cukup efektif untuk mempelajari suatu system.
Kebaikan observasi sebagai berikut:
a.       Data yang di kumpulkan mempunyai keandalan yang tinggi.
b.      Analisis system dapat melihat langsung apa yang dikerjaka.
c.       Analisis system dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kgiatan sepeti tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain sebagainya.

Petunjuk melakukan obserfasi:
a.       Rencanakan terlebih dahulu obserfasi yang akan di lakukan.
b.      Apa yang akan di obserfasi.
c.       Dimana letak obserfasi.
d.      Kapan obserfasi di lakukan.
e.       Siapa yang akan melakukan obserfasi.
f.       Bagaimana melakukan obserfasi.

1.    Tujuan Membuat Kutipan.
Kutipan merupakan sebuah pendapat seseorang berdasarkan hasil pemikiran seorang dari satu sumber.
Misalnya: Artikrl, Buku, Majalah, Internet dan lain sebagainy.
Ada dua cara dalam mengutip, yaitu langsung dan tidak langsung:
a.       Kutipn langsung adalah, kutipan yang di kutip oleh seorang penuli secara litenar huruf demi huruf, kata demi kata, atau kalimat demi kalimat, dari teks lain dan di masukan secara persissama ke dalan teks yang di tulisnya.
b.      Kutipan tidak langsung adalah, suatu kutipan dimana dalam kutipan tersebut seorang penulis mengutip pokok pemikiran penulis lain, tetapi penulis tersebut memsukan pemikiran lain ke dalan tulisanya dengan menggunakan kata-kata sendiri.
c.       Tujuan kutipan:
a)      Mengaskan isi uraian.
b)      Membuktikan apa yang di katakana.
c)      Menunjang apa yang di ungkapkan.[4]

2.    Jenis Kutipan
Pada karya ilmiah lazim di gunakan kutipan baik secara langsung maupun tidak langsung.Kutipan langsung berarti sesuai dengan naskah aslinya, sedangkan kutipan tidak langsung yaitu kutipan yang berupa intisari dari beberapa naskah yang di rujuk.[5]

Jenis kutipan ada dua macam:
a.       Kutipan langsung, selain yang sama persis dengan sumbernya tanpa perubahan
kutipan langsung kurang dari lima baris, di tulis berintegrasi kedalam teks, spasi sama (margin) juga sama, di apit tanda petik, dan pada akhir kutipan di beri nomor untuk catatan kaki.
Contoh:
Dalam Pedoman Ejaan yang di Sempurnakan disebutkan Bahwa “unsur pinjaman yang mengucapkan dan menulisnya di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hah ini di usahakan agar ejaannya hanya di ubah seperlunya sehingga bentuk indonesianya masih dapat di bandingkan dengan bentuk slinya”
b.      Kutipan langsung lima baris ke atas ditulis terpisah dari teks, spasi rapat (satu spasi), margin kiri masuk ke dalam teks lima spsi, dari margin kanan tiga spasi, dan pada akhir kutipan di beri nomor catatan kaki.
Contoh:
Dalam Tata Buku Bahasa Indonesia di sebutkan bahwa:
Progran bahasa standar memiliki sifat kemantapan dinmis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap.Buku atau standar tidak dapat berubah setiap sat. Kaidah pembentukan kata yang menerbitkan prasa danperumus dengan taat asas dengan menghasilkan bentuk pengrajin ataupengrusak.
Ketaatasasan ragam buku ini dalam penulisan ilmiah perlu di laksanakan secara konsisten sehingga menghasilkan expresi pemikiran yang objektif.
c.       Kutipan tidak langsung, mengambil ide dari suatu sumber dan menulikannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Penulisan diintgrasikan ke dalam teks, tidak di apit tanda petik, spsi sama dengan teks, dan tidak mengubah isi atau ide penulis asli. Penulisan di sertai daftar pustaka sumber yang di kutip, dapat berupa catatan kaki atau data pustaka dalam teks.

a)      Cara meringkas: Yaitu menyajikan suatu krangan atau bagian karangan yang panjagng dalam bentuk ringkas.
Proses meringkas karangan berdasarkan urutan sebagai berikut:
1.      Bertolak dari karangan asli, dengan membaca secara cermat keseluruhan naskah asli dari tema sampai dengan kesimpulan, dan merangkum pikiran-pikiran utama.
2.      Mereproduksi karya asli dalam bentuk ringkas dengan menyajikan pikiran utama seluruh karangan dalam hubungan logis; memotong, memangks, dan menghilangkan unsur-unsur berikut ini:
1)      Latar belakang
2)      Keindahan gaya bahasa
3)      Ilustrasi
4)      Penjelasan dan rincian yang detail.[6]
5)      Kutipan
6)      Sumber kutipan
7)      Data pustaka
8)      Deskripsi data
9)      Contoh-contoh

3.      Menyusun ringkasan dengan memperhatikan keaslian naskah:
1)      Pikiran pengarang,
2)      Pendekatan naskah,
3)      Urutan pikiran,
4)      Istilah-istilah,
5)      Data yang sudah di olah (hasil analisis)
6)      Kesimpulan,
7)      Sudut pandang pengarang asli.

3.  Teknik Penulisan Kutipan
Dalam penulisan karya ilmiah, lebih di sarankan menggunakan kutipan tidak langsung. Cara menulis sumber rujukan dalam naskah terdapat perbedaan antara kutipan langsung dan kutipan tidak langsung:
a)      Penulisan kutipan langsung
Terdapat perbedaan cara penulisan antara kutipan langsung dan tidak. Penulisan kutipan langsung terdiri atas kurang dari 4 baris dan lebih dari 4 baris. Penulisan kutipan langsung yang kurang dari 4 baris dengan cara:
a.       Penulisan di integrasikan dengan paragraf tersendiri.
b.      Jarak spasi kutipn sama dengan spasi teks dalam naskah.
c.       Kutipan di beri tanda kutip.
d.      Sebelum atau sesudah kutipan di beri informasi sumber rujukan sesuai naskah yang di acu dan harus mencantumkan nomor halaman.
e.       Penulisan kutipan langsung yang terdiri atas 4 baris atau lebih di lakukan dengan cara:
f.       Kutipan di tulis pada paragraf tersendiri.
g.      Seluruh kutipan masuk lima ketukan dari margin kiri.
h.      Jarak antarbaris pada kutipan adalah satu spasi.
i.        Kutipan boleh di beri atau tidak di beri tanda kutip.
j.        Jika kutipan merupakan paragraf baru, baris awal kutipn masuk lagi satu tab (sama dengan lima ketukan)
k.      Sebelum atau sesudah kutipan di beri informasi sumber rujukan sesuai dengan naskah yang diacu.
Contoh kutipan yang sesuai dengan naskah asli tnpa kesalahan atau bagian yang di hilangkan:“Nampaknya terdapat pula suatu kecenderungan kearah meningkatnya pemusatan pemikiran tanah ketangan Cina” (Evers, 1995:84)

b)      Penulisan kutipan tidak langsung.
Penunjukan sumber kutipan menggunakan system innote.
Cara-cara penulisan atau penunjukan sumber kutipan kutipan sebagai berikut:
a.       Penulisan sumber rujukan dengan satu unsur nama;
Untuk sumber kutipan dari Samsuri tahun 2002 pada halaman 5, dapat di tulis sbagai berikut.
1.      Menurut samsuri (2002:5) bahasa menandai eksistensi manusia.
2.      Samsuri (2002:5) mengemukakan bahwa bahasa menandai eksistensi manusia.
3.      Bahasa menandai eksistensi manusia (Samsuri, 2002:5)
4.      Penulisan sumber rujukan dengan dua atau lebih unsur nama.
5.      Adi purnomo hanya di tulis purnomo.
6.      Prof. Albert Smith hanya di tulis smith.
7.      Mas Achmad Santosa hanya di tulis santosa.


referensi :
http://niethazakia.blogspot.com/2013/12/pengumpulan-data-dan-kutipan.html
http://dhonykurniadi0204.blogspot.com/2013/04/kutipan-langsung-dan-tidak-langsung.html
 http://internasionale.blogspot.com/2012/01/pengertian-kutipanjenis-dan-contohnya.html



bahasa indonesia - tugas 1

TUGAS 1




  1. apa perbedaan antara penalaran induktif dan deduktif ?
    jawab : perbedaannya adalah bahwa induktif menjelaskan kalimat utamanya terletak pada paragraf terakhir, sedangkan deduktif menjelaskan kalimat utamanya terletak pada paragraf pertama.
  2. apa syaratnya supaya kesimpulan dalam deduktif dapat dipercaya ?
    jawab : Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.


    • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
    • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formalmaupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
     3.  buatlah 2 contoh penarikkan kesimpulan melalui generalisasi ?
          jawab : 
          Contoh : 

    •     Pemerintah telah menjadikan Pulau Komodo sebagai habitat pelestarian komodo. Di Ujung Kulon, pemerintah mebuat cagar alam untuk pelestarian badak bercula satu. Selain itu, sejumlah Undang-Undang dibuat untuk melindungi hewan langka dari incaran pemburu. Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk melestarikan hewan-hewan langka.

      kesimpulannya : pemerintah telah menjadikan pulau komodo sebagai habitat pelestarian komodo.

    •         Setelah karangan anak-anak kelas 6 diperiksa, ternyata Iman, Selamet, Enal, dan Deri mendapat nilai 90. Anak-anak yang lain mendapat 75. Hanya Toni yang mendapatkan nilai 60 , dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang dari 60. Bisa dikatakan, anak kelas 6 cukup pandai mengarang.

      kesimpulannya : anak kelas 6 cukup pandai mengarang.
     4.  dapat dipercayakah - kesimpulan dibawah ini! jelaskan alasannya!


    • paragraf utama  : semua profesor pandai.
      paragraf khusus : ayahmu pandai.
      kesimpulan        : pastilah ayahmu profesor.
    • di semua ibu kota ada gedung pencakar langit.
      di semua kota industri ada gedung pencakar langit.
      kesimpulan : jadi ibu adalah kota industri.
    • hasil sawah bertambah jika petani menanam padi unggul.
      hasil sawah bertambah jika pengairan diatur dengan baik.
      kesimpulan : hasil sawah bertambah jika petani menanam padi dan penggairan diatur dengan baik.
          jawab :


    • rumus :
      PU : Semua A=B (semua profesor = pandai)
      PK : Semua C=A (ayahmu = semua profesor)
      S : Semua C=B (ayahmu = pandai)
      Jadi, kesimpulan yang benar adalah ayahmu pandai. kesimpulannya tidak dapat dipercaya karena rumus dari kesimpulannya adalah C=B dimana C adalah ayahmu dan B adalah pandai.
    • rumus :PU : Semua A=B (disemua kota = ada gedung pencakar langit)
      PK : Semua C=A (disemua kota industri = ada gedung pencakar langit)
      S : Semua C=B (jadi ibu adalah = kota industri)
      jadi, kesimpulan yang benar adalah disemua kota industri ada gedung pencakar langit. hal ini dikarenakan dari PK-A, S-C&B sudah salah mencatumkan kalimat yang seharusnya PK-A adalah disemua kota dan S-C adalah disemua kota industri dan S-B adalah ada gedung pencakar langit, sehingga kesimpulannya tidak dapat dipercaya.
    • rumus :
      PU : Semua A=B(Hasil sawah bertambah = jika petani menanam padi unggul)
      PK : Semua C=A (hasil sawah bertambah = jika pengairan diatur dengan baik)
      S : Semua C=B (hasil sawah bertambah = jika petani menanam padi dan pengairan diatur dengan baik)
      jadi, kesimpulan yang benar adalah hasil sawah bertambah jika petani menanam padi unggul. hal ini dikarenakan menanaman kalimat tidak benar yaitu dimana PK-A dan S-B dimana PK-A Adalah hasil sawah bertambah dan S-B adalah jika petani menanam padi unggul, sehingga tidak dapat dipercaya kesimpulannya.
referensi :
http://internasionale.blogspot.com/2012/01/pengertian-kutipanjenis-dan-contohnya.html


       


Jumat, 03 Oktober 2014

financial auditing

  • laporan keuangan  terbagi dari :

    1. neraca
    2. rugi laba
    3. perubahan modal
    4. arus kas
    5. catatan atau laporan keuangan

  • catatan lain :

    1. catatan catatan pembukuan yaitu buku besar, buku pembantu.
    2. bukti-bukti pendukung yaitu bukti catatan kas, voucher dan faktur.
    3. dokumen lain yang diperiksa yaitu notulen, rapat direksi, pemegang saham, perjanjian kredit  dan sebagainya.
    4. kegiatan audit diawali dengan perencanaan yang disebut dengan "Audit Plan"
    5. KAP terdiri dari 4 big four yaitu E&Y, PWC, Delloit, KPMG yang memiliki tugas antara lain :

      • mengaudit 
      • memberikan jasa pajak 
      • jasa konsultasi
      • jasa akuntan dan banking
  • hierarki akuntan publik :

              asisten auditor (0-2 tahun) > auditor senior dan penanggung jawab  (2-5 tahun) > manager (5-10 
              tahun) > partner (>10tahun)
  • IAPI (institute akuntan publik indonesia)
  • DSPAP (dewan standar profesional akuntan publik)
  • GAAS (general accepted audited standart)
  • perbadaan akuntan publik dengan auditor independent yaitu tergantung pada jasa yang diberikan, jenis jasa yang diberikan.
  • kode etik akuntan, antara lain :
    1. prinsip etika
    2. aturan etika
    3. interpretasi aturan etika
    4. tanya jawab
    5. catatan kecil > prinsip etika 
          • integritas 
          • objektivitas
          • kompetensi profesional dan kecermatan
          • kerahasiaan
          • perilaku profesional

  • asersi adalah pernyataan manajemen yang terkandung didalam kompeten laporan keuangan.
  • tujuan audit adalah menilai laporan keuangan kewajarannya.
  • perbedaan eksplisit dan implisit adaalah ekplisit bersifat lebih rinci dan terdapat nominalnya sedangkan implisit tidak detail.
  • asersi manajemen dapat diklasifikasi sebagai berikut, antara lain :
    1. keberadaan / kejadian
    2. kelengkapan (completeness)
    3. hak dan kewajiban (right and obligation)
    4. penilaian / alokasi (valuation)
    5. penyajian dan pengungkapan (presentation disclosure) 

Kamis, 25 September 2014

tugas catatan

audit : pemeriksaan laporan keuangan.

  1. mengevaluasi dan menggumpulakn bukti infomasi.
  2. dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  3. oleh orang yang kompeten dan independent.
evaluasi informasi ada dua yaitu 
  1. objektif  : laporan keuangan
  2. subjektif : sistem, laporan lisan.
kriteria tertentu : 
  1. IFRS
  2. GAAP (General acceptance accounting principle)
  3. PSAK
bukti-bukti audit :
  1. kesaksian lisan (pihak klien)
  2. komukasi tertulis dengan pihak luar.
  3. observasi oleh auditor.
  4. data elektronik dan data lain tentang transaksi.
GAMBAR :

(auditor) memeriksa catatan pendukung ---------- informasi----------------------------|
                                                            |                                                                       | laporan audit
                                                            | __menetapkan kriteria (peraturan / prosedur)_|

tujuan audit : mengurangi risiko informasi.
sebab-sebab risiko informasi : 
  1. jauhnya informasi
  2. bias dan motif pihak penyedia.
  3. data yang sangat banyak.
  4. transaksi pertukaran yang kompleks.
cara mengurangi risiko informasi :
  1. user menverifikasi informasi.
  2. pengguna berbagai risiko informasi dengan menajemen.
  3. tersedianya laporan keuangan yang telag diaudit.

jasa assurance :
jasa profesional independent yang meningkatkan kualiatas informasi bagi para pengambil keputusan.
jasa yang disediakan :
  1. jasa akuntansi dimana KAP mengeluarkan laporan yang realitas untuk pihak lain dibagi menjadi 5 kategori :
  • audit atau laporan keuangan
  • atesi mengenai pengendali internal atau pelaporan keuangan.
  • review laporan keuangan.
  • jasa atestasi mengenai teknologi informasi.
  • jasa atestasi lain yang dapat diterapkan "pada berbagai permasalahan"
jasa non assurance :
  1. jasa akuntansi dan pembukuan.
  2. jasa pajak.
  3. jasa konsultasi manajemen.
  4. audit lingkungan.
  5. penilaian risiko keuangan dan tidak ilegal.
jenis-jenios audit :

audit operasional :
  • mengevaluasi efesiensi dan efektifitas operasional organisasi. contoh : audit operasional gaji.
  • informasi : jumlah catatan gaji yang diperoses / bulan.
  • kriteria : standart perusahaan departermen penggajian.
  • bukti-bukti : laporan kesalahan, catatan gaji dan biaya pemrosesan gaji.
audit ketaatan : 
  • contoh : perusahaan memperpanjang pinjaman di bank.
  • informasi : catatan perusahaan.
  • kriteria : ketentuan perjanjian pinjaman.
  • bukti-bukti : laporan keuangan dan perhitungan auditor.
audit laporan keuangan : 
  • contoh : laporan keuangan audit BCA.
  • informasi : laoran keuangan BCA.
  • kriteria : GAAP
  • bukti-bukti : dokumen, catatan, dan sumber lain dari kas.
Auditor Intern

merupakan auditor yang bekerja pada suatu perusahaan dan oleh karenanya berstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut. Tugas utamanya ditujukan untuk membantu manajemen perusahaan tempat dimana ia bekerja.

Auditor Independen atau Akuntan Publik

adalah melakukan fungsi pengauditan atas laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan (General Audit).
Pengauditan ini dilakukan pada perusahaan terbuka, yaitu perusahaan yang go public, perusahaan-perusahaan besar dan juga perusahaan kecil serta organisasi-organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Praktik akuntan publik harus dilakukan melalui suatu Kantor Akuntan Publik (KAP).

Namun, Arens & Loebbecke dalam bukunya Auditing Pendekatan Terpadu yang diadaptasi oleh Amir Abadi Jusuf, menambahkan satu lagi jenis auditor, yaitu:

Auditor Pajak. Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

yang berada dibawah Departemen Keuangan Republik Indonesia, bertanggungjawab atas penerimaan negara dari sektor perpajakan dan penegakan hukum dalam pelaksanaan ketentuan perpajakan.
Aparat pelaksanaan DJP dilapangan adalah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (Karikpa). Karikpa mempunyai auditor-auditor khusus. Tanggungjawab Karikpa adalah melakukan audit terhadap para wajib pajak tertentu untuk menilai apakah telah memenuhi ketentuan perundangan perpajakan.

sumber :
catatan dosen .
http://blogdeta.blogspot.com/2009/03/jenis-jenis-auditor.html

DEDUKTIF DAN INDUKTIF BESERTA CONTOHNYA

S   DEDUKTIF

Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf. paragraf deduktif bersifat umum ke khusus dimana diawali dengan kalimat perwakilan dari kalimat-kalimat di paragraf yang memiliki makna yang luas yang kemudian dijelaskan kembali dengan kalimat-kalimat setelah kalimat utamanya.

contoh : 

kesehatan itu sangatlah penting bagi semua manusia. hal ini dikarenakan apabila manusia tidak menjaga tubuhnya maka akan berefek besar bagi kehidupan sendiri dimana akan adanya biaya tambahan untuk menyembuhkan tubuh, memperlambat menyelesaikan pekerjaan, mempersulit aktivitas sehari-hari. 

Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. paragraf induktif bersifat khusus ke umum dimana diawali dengan penjelasan yang secara detail kemudian dipersingkat, ditekankan pada satu kalimat yaitu kalimat utamanya.

contoh : 

terkadang manusia tidak berpikir lebih dalam bahwa penyakit itu adalah suatu yang dapat berevolusi apabila pola makan didalam kehiduan tidak teratur. manusia lebih banyak meremehkan tubuh yang pada akhirnya akan dapat berakibat fatal untuk tubuh. hal ini sangatlah berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. maka daripada itu, janganlah sembarang dalam memilih pola makan dan jagalah tubuh untuk masa depan



sumber :
http://riezkadiaries.blogspot.com/2013/09/contoh-paragraf-induktif-dan-deduktif.html