BAB
10
Nama
:
Theresa Ludwig
Kelas : 4EB24
MataKuliah : Akuntansi Internasional
Analisis
Laporan Keuangan Internasional
A.
Tantangan dan Peluang dalam Analisis
Lintas Negara
Analisis keuangan
lintas batas mencakup berbagai wilayah yuridiksi. Sejumlah negara memiliki
perbedaan yang sangat besar dalam praktik akuntansi, kualitas pengungkapan,
sistem hukum dan undang- undang, sifat dan ruang lingkup risiko usaha, dan cara
untuk menjalankan usaha. Perbedaan ini berarti alat- alat analisis yang sangat
efektif si satu wilayah menjadi kurang efektif di wilayah lain dan membuat para
analis menghadapi tantangan besar untuk memperoleh informasi yang kredibel.
Analisis dan penilaian
keuangan internasional ditandai dengan banyak kontradiksi. Disatu sisi, begitu
cepatnya proses harmonisasi standar akuntansi telah mengarah pada semakin
meningkatnya daya banding informasi keuangan di seluruh dunia. Namun demikian,
sejumlah besar perbedaan dalam perbedaan dalam praktik pelaporan keuangan masih
ada. Banyak negara termasuk Cina, Korea, Republik Ceko, dan Rusia berupaya
keras untuk memperbaiki ketersediaan dan kualitas informasi mengenai perusahaan
publik. Demikian pula akses terhadap informasi yang tersedia bebas dan cukup
relevan untuk analisis keuangan telah meningkat secara dramatis dengan
penyebarluasan informasi perusahaan melalui internet.
Terlepas dari
kontradiksi yang masih terus berlanjut, hambatan untuk analisis dan penilaian
keuangan internasional semakin menurun dan pandangan analis secara umum masih
positif. Globalisasi pasar modal, kemajuan dalam teknologi informasi dan
kompetisi antar pemerintah nasional, bursa efek dan perusahaan- perusahaan
untuk menarik investor, dan kegiatan perdagangan yang meningkat masih terus
berlanjut. Secara bersama- sama kekuatan ini memberikan insentif bagi
perusahaan untuk memperbaiki praktik pelaporan keuangan eksternal mereka.
Globalisasi dan
perbaikan dalam akuntansi dan pengungkapan internasional yang masih berlanjut
mengaburkan perbedaan antara analisis keuangan lintas batas dan dalam suatu
wilayah. Daripada menyeimbangkan pemilihan saham diantara negara- negara dengan
mata uang kuat dan lemah, manajer portofolio semakin memusatkan perhatian untuk
memilih perusahaan yang terbaik di suatu industri tanpa melihat negara asal.
Globalisasi juga berarti analisis yang terlalu domestik menjadi semakin kurang
relevan.
B.
Kerangka Kerja Analisis Bisnis
Palepu, Bernard, dan
Healy membuat suatu kerangka dasar yang bermanfaat untuk analisis dan penilaian
usaha dengan menggunakan laporan keuangan. Kerangka dasar tersebut terdiri
empat tahap analisis, yaitu:
1. Analisis
strategi usaha
2. Analisis
Akuntansi
3. Analisis
Keuangan
4. Analisis
Prospektif
Derajat pentingnya
masing- masing tahap tergantung pada tujuan analisis. Kerangka analisis usaha
ini dapat diterapkan dalam banyak situasi keputusan, termasuk analisis surat
berharga, analisis kredit, analisis merger dan akuisisi.
C.
Analisis Strategi Bisnis Internasional
Analisis strategi usaha
merupakan langkah penting pertama dalam analisis laporan keuangan. Analisis ini
memberikan pemahaman kualitatif atas perusahaan dan para pesaingnya terkait
dengan lingkungan ekonominya. Dengan mengindentifikasikan faktor pendorong laba
dan risiko usaha utama, analisis strategi usaha membantu para analis untuk
membuat peramalan yang lebih realistis.
Analisis strategi usaha
meliputi pemeriksaan laporan tahunan dan penerbitan perusahaan lainnya, dan
berbicara dengan staff perusahaan, analis dan profesional keuangan lainnya.
Sumber informasi tambahan seperti World Wide Web, kelompok dagang. Pesaing,
konsumen, reporter, pelobi, regulator, dan pers bisnis menjadi semakin umum.
Akurasi, keandalan, dan relevansi masing- masing jenis informasi yang
dikumpulan juga perlu di evaluasi.
Ketersediaan Informasi:
Analisis strategi usaha sulit dilakukan khususnya di beberapa negara karena
kurang andalnya informasi mengenai perkembangan makroekonomi. Pemerintah
negara- negara maju kadang menerbitkan statistik ekonomi yang keliru atau
menyesatkan. Beberapa negara menunda penerbitan statistik apabila angkanya
tidak menggembirakan, atau terkadang memalsukan angka tersebut.
Demikian halnya dengan
memperoleh informasi industri di banyak negara sangat sulit dan kualitas
informasi yang berbeda- beda dan ketersediaan informasi yang sangat rendah di
banyak negara. Akhir- akhir ini banyak perusahaan besar yang melakukan
pencatatan dan memperoleh modal di pasar luar negeri telah memperluas
pengungkapan meseka secara sukarela beralih ke prinsip akuntansi yang diakui
secara global seperti Standar Pelaporan Keuangan Internasional.
Rekomendasi Untuk
Melakukan Analisis :Keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis
strategi usaha dengan menggunakan metode riset tradisional menjadi sulit
dilakukan. World Wide Web juga menawarkan akses yang cepat terhadap informasi
yang hingga akhir- akhir ini masih belum tersedia atau sulit diperoleh.
Informasi negara dapat ditemukan dalam “siaran internasional” yang disebarkan
oleh kantor akuntan besar, bank, dan broker.
D.
Analisis Akuntansi
Tujuan analisis
akuntansi adalah untuk menganalisis sejauh mana hasil yang dilaporkan
perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Para analis perlu mengevaluasi
kebijakan dan estimasi akuntansi, serta menganalisis sifat dan ruang lingkup
fleksibilitas akuntansi suatu perusahaan yang harus ditentukan oleh direksi
manajemen. Para manajer diperbolehkan untuk membuat banyak pertimbangan yang
terkait dengan akuntansi, karena mereka yang paling tahu banyak mengenai
kondisi operasi dan keuangan perusahaan mereka. Fleksibilitas dalam pelaporan
keuangan merupakan hal penting karena memungkinkan manajer untuk menggunakan
pengukuran akuntansi yang paling mencerminkan situasi dan keadaan suatu
perusahaan. Healy dan rekan menyarankan proses untuk melakukan evaluasi
kualitas akuntansi perusahaan :
1. Indentifikasi
kebijakan akuntansi
2. Analisis
fleksibilitas akuntansi
3. Evaluasi
strategi akuntansi
4. Evaluasi
kualitas pengungkapan
5. Indentifikasi
potensi terjadinya masalah
6. Buat
penyesuaian atas distorsi akuntansi
Tantangan dalam
melakukan analisis akuntansi internasional
Perbedaan antar negara
dalam kualitas pengukuran, kualitas pengungkapan, dan kualitas audit.
Karakteristik nasional menyebabkan perbedaan yang mencakup praktik yang
diwajibkan dan diterima secara umum, pengawasan dan penegakan aturan, dan ruang
lingkup direksi manajemen atas pelaporan keuangan.
Kesulitan dalam
memperoleh informasi yang diperlukan untuk analisis akuntansi
Perbedaan antar negara
dalam kualitas pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan audit sangat dramatis.
Karakteristik nasional yang menyebabkan perbedaan ini mencakup praktik yang
diwajibkan dan diterima secara umum, pengawasan dan penegakan aturan, dan ruang
lingkup diskresi manajemen atas pelaporan keuangan.
Saran untuk Para Analis
Para analis harus
sesering mungkin bertemu dengan manajemen untuk mengevaluasi insentif pelaporan
keuangan dan kebijakan akuntansi mereka. Banyak perusahaan di negara berkembang
sangat tertutup dan para manajer mungkin tidak memiliki insentif yang kuat
untuk melakukan pengungkapan yang lengkap dan kredibel.
Akhirnya, teknologi
komunikasi seperti World Wide Web memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap
seluruh tahap riset keuangan. Banyak perusahaan dan negara sekarang telah
memiliki situs web yang membuat setiap orang yang tertarik menjadi lebih mudah
untuk memperoleh informasi.
E.
Analisis Keuangan Internasional
Tujuan analisis
keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa
lalu, dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Analisis rasio
dan analisis arus kas merupakan alat yang penting dalam melakukan analisis
keuangan. Analisis rasio mencakup perbandingan rasio antara suatu perusahaan
dengan perusahaan lainnya dalam industri yang sama, perbandingan rasio suatu
perusahaan antar waktu atau dengan periode fiskal lain dan atau perbandingan
rasio terhadap beberapa acuan yang baku.
Analisis arus kas
berfokus pada laporan arus kas yang memberikan informasi mengenai arus kas
masuk dan keluar yang di klasifikasikan menjadi aktiva operasi, investasi, dan
pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan non kas
secara periodik untuk menjawab banyak pertanyaan mengenai kinerja dan manajemen
perusahaan.
1. Analisis
Rasio
Terdapat dua masalah
dalam menganalisis rasio dalam lingkungan internasional. Yang pertama, apakah
perbedaan lintas negara dalam prinsip akuntansi menyebabkan perbedaan yang
signifikan dalam angka laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan dari negara
yang berbeda? Kedua, seberapa jauh perbedaan dalam budaya serta kondisi
persaingan dan ekonomi lokal mempengaruhi interpretasi ukuran akuntansi dan
rasio keuangan, meskipun pengukuran akuntansi dari negara yang berbeda
disajikan ulang agar tercapai daya banding akuntansi.Adanya perbedaan besar
antar negara dalam profitabilitas, pengungkit, dan rasio serta jumlah laporan
keuangan lainnya yang berasal dari faktor akuntansi dan non- akuntansi.
2. Analisis
Arus Kas
Analisis arus kas
memberikan masukan mengenai arus kas dan manajemen suatu perusahaan. Laporan
arus kas sangat mendetail diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS, dan
standar akuntansi di sejumlah negara yang jumlahnya makin bertambah. Ukuran
yang berkaitan dengan arus kas sangat bermanfaat khususnya dalam analisis
internasional karena tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan prinsip
akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran- ukuran berbasis laba. Apabila
laporan arus kas tidak disajikan, sering kali ditemukan kesulitan untuk
menghitung arus kas dari operasi dan ukuran arus kas lainnya dengan
menyesuaikan laba berbasis akrual. Banyak perusahaan tidak mengungkapkan
informasi yang diperlukan untuk membuat penyesuaian tersebut.
3. Mekanisme
untuk Mengatasinya
Beberapa analis
menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui
secara internasional, atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum. Beberapa
yang lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di
sekelompok negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan
yang berlokasi di negara- negara tersebut.
Brown, Soybel, dan
Stickney menggambarkan penggunaan algoritma penyajian ulang untuk meningkatkan
perbandingan kinerja keuangan lintas negara. Algoritma penyajian ulang relatif
sederhana cukup efektif untuk digunakan. Satu pendekatan adalah memfokuskan
pada beberapa perbedaan laporan keuangan yang paling material, dimana tersedia
cukup informasi untuk melakukan penyesuaian yang dapat diandalkan.
F.
Analisis Prospektif Internasional
Analisis prospektif
mencakup tahap peramalan dan penilaian. Ketika melakukan peramalan para analis
membuat ramalan mengenai prospek perusahaan secara eksplisit berdasarkan
strategi usaha, catatan akuntansi, dan analisis keuangan. Ketika melakukan
penilaian, analis merubah ramalan kuantitatif menjadi suatu estimasi nilai
perusahaan. Penilaian digunakan secara implisit maupun eksplisit dalam banyak
kegiatan usaha.
Para pakar dalam
penilaian internasional memberikan peringatan berikut ini kepada mereka yang
melakukan analisis prospektif internasional: “setiap aturan yang telah anda
pelajari di negara asal anda menjadi tidak berlaku diluar negeri”. Fluktuasi
kurs, perbedaan akuntansi, perbedaan praktik, dan kebiasaan bisnis, perbedaan
pasar modal, dan banyak faktor lainnya memiliki pengaruh yang sangat besar
terhadap peramalan dan penilaian internasional.
G.
Analisis dan Audit Laporan
Keuangan
Dalam bagian sebelumnya
mengenai analisis akuntansi kami menuliskan pentingnya penilaian kualitas
informasi yang ada dalam catatan-catatan perusahann yang diterbitkan. Pembaca
yang bijak harus menilai kecukupan pengukuran akuntansi yang dipergunakan dan menghilangkan
penyimpangan yang disebabkan oleh penggunaan metode-metode akuntansi yang tidak
tepat. Untuk itu sekarang akan membahas fungsi audit atau pembuktian dan peran
yang dimainkannya dalam analisis laporan keuangan internasional.
1. Fungsi
Pembuktian
Para auditor independen
melakukan fungsi pembuktian dalam laporan keuangan. Sebagai ahli kompeten dari
luar mereka meninjau informasi keuangan yang diberikan oleh direksi suatu
perusahaan dan kemudian membuktikan relibilitas, kewajaran, dan aspek-aspek kualitas
lainnya. Proses ini menentukan dan mempertahankan integritas informasi keuangan
tersebut. Selain keputusan dan pengaruh minat masyarakat, audit independen
membawa efisiensi ke dalam proses laporan keuangan. Jika pengguna informasi
keuangan mendapatkan informasinya sendiri dan menguji informasi ini nomor per
nomor dan pengguna demi pengguna, akan menghasilkan sebuah proses yang memakan
biaya yang sangat tinggi. Dalam hal ini, pembagian tanggung jawab akan sangat
berguna.
2. Laporan
Audit
Pembuktian auditor
biasanya disampaikan kepada para pembaca laporan keuangan melalui laporan
audit. Laporan ini mengikuti atau dalam beberapa kasus mendahului laporan
keuangan utama suatu perusahaan yang ada dalam laporan tahunannya.
a. Inggris
Laporan auditor
mengungkapkan tanggung jawab direktur perusahaan dan cangkupan audit, dasar
pendapat dan pernyataan pendapat. Neraca, laporan penghasilan dan
catatan-catatan terkait harus dilindungi undang-undangm standar audit
memperluas cakupan ini hingga laporan arus kas. Pendapat auditor harus
menyatakan apakah laporan keuangan memberikan pandangan yang jujur dan wajar
serta bahwa laporan tersebut sesuai dengan persyaratan hukum.
b. Amerika
Serikat
Sebuah laporan standar
3 paragraf menunjukkan perusahaan dan laporan keuangan utama yang diaudit
(jangkauan) dan menyatakan tanggung jawab direksi dan auditor. Auditor harus
menunjukkan apakah audit tersebut sesuai atau tidak dengan standar audit yang
diterima secara umum. Auditor harus menyatakan pendapat tentang apakah laporan
keuangan tersebut dipresentasikan secara jujur dan sesuai dengan GAAP dan
apakah GAAP tersebut telah diamati sehubungan dengan laporan-laporan pada
tahun-tahun sebelumnya. Jika pendapatanya tidak bisa dinyatakan maka hal
tersebut harus dikemukakan.
c. Swedia
Swedia Companies Act
mengharuskan laporan auditor mengenai :
1. Persiapan
laporan tahunan sesuai dengan undang-undang.
2. Penggunaan
neraca dan laporan penghasilan.
3. Proposal
yang diajukan mencakup laporan administrasi untuk penyusunan laba atau defisit
yang tidak dialokasikan .
4. Penghentian
kewajiban dari anggota dewan direktur dan direktur utama.
d. Jerman
German Commercial
Code menetapkan bahwa laporan auditor berisi penjelasan mengenai proses
dan hasil audit, termasuk laporan direksi, perkiraan perkembangan mendatang,
laporan kesesuaian dengan regulasi dan sebuah laporan yang menjelaskan sistem
manajemen risiko perusahaan. Auditor harus memberikan ringkasan dari isi,
jenis, dan banyaknya audit di Bestaetingungsvmerkm sebuah penilaian hasil
audit, dan pernyataan apakah laporan keuangan dan laporan direksi memberikan
pandangan yang jujur dan wajar atau tidak.
Referensi:
Lennykurniasih.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar