Total Tayangan Halaman

Kamis, 25 September 2014

ARTIKEL DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Artikel - deduktif
Obat Tidur Bisa Bikin Ketergantungan
Sebuah penelitian baru-baru ini yang diterbitkan di dalam jurnal Substance Abuse and Mental Health Service Administration menunjukkan bahwa pil tidur dinilai memiliki bahaya yang cukup besar dari apa yang dipikirkan sebagian besar orang.
Data penelitian menunjukkan ada banyak masalah kesehatan di rumah sakit yang diakibatkan oleh pengonsumsian obat tidur yang berlebihan. Hal ini didukung data yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien juga yang dirujuk ke rumah sakit terkait penggunaan obat tidur dari tahun 2005 sampai 2010. Lalu, apa sebenarnya yang membuat obat tidur menjadi berbahaya?
Seorang peneliti bernama Carl Bazil, M.d mengatakan bahwa banyak orang berpikir bahwa obat tidur cenderung jinak. Namun disitulah letak masalahnya. Obat tidur memang dapat membantu orang tidur dengan tenang. Namun demikian, obat tidur hanya mempunyai efek sementara, dan tidak untuk digunakan dalam jangka panjang. Jika digunakan tidak semestinya, obat ini bisa berbahaya.
Bahaya terbesar dari obat tidur cenderung lebih banyak berpengaruh pada wanita dibandingkan pria. Hal ini karena wanita memiliki kemungkinan memetabolisme obat tidur lebih lama daripada pria. Masalah lain terkait obat tidur adalah efeknya yang baru akan terasa di keesokan harinya. Orang yang mengonsumsi obat tidur di malam hari biasanya akan sedikit lelah setelah bangun tidur keesokan harinya. Bahkan orang tersebut mungkin masih merasa mengantuk. Apabila dia mengantuk ketika berangkat kerja dan dia sedang berkendara, maka hal tersebut dapat berakibat fatal untuk keselamatannya.
kalimat utama : 
Sebuah penelitian baru-baru ini yang diterbitkan di dalam jurnal Substance Abuse and Mental Health Service Administration menunjukkan bahwa pil tidur dinilai memiliki bahaya yang cukup besar dari apa yang dipikirkan sebagian besar orang.

Artikel - induktif
Makanan berprotein dan rendahnya risiko hipertensi
Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension, menunjukkan bahwa orang mengkonsumsi rata-rata 100 gram protein setiap hari (sedikit lebih banyak dari protein yang ada dalam 8 ons steak) memiliki risiko 40 persen lebih rendah memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi makanan rendah protein.
Di Amerika, satu dari tiga orang memiliki hipertensi, dan sekitar 78 juta orang secara klinis mengalami obesitas, yang juga merupakan faktor risiko pengembangan hipertensi. Dikarenakan ketegangan yang menempatkan pada dinding pembuluh darah, hal tersebut merupakan salah satu faktor risiko yang paling umum untuk penyakit jantung dan stroke, terutama ketika dipasangkan dengan kelebihan berat badan.

kalimat utama :
hal tersebut merupakan salah satu faktor risiko yang paling umum untuk penyakit jantung dan stroke, terutama ketika dipasangkan dengan kelebihan berat badan.


sumber :
http://www.artikelkesehatan99.com/makanan-berprotein-dapat-mencegah-hipertensi/
http://www.artikelkesehatan99.com/bahaya-terlalu-sering-minum-obat-tidur/




Tidak ada komentar:

Posting Komentar