Nama :
Theresa Ludwig
NPM :
27212349
Kelas :
4EB24
Matakul :
Akuntansi Internasional
BAB I
Pendahuluan
11 Akuntansi Internasional
dipandang dari sudut pandang Sejarah dan sudut pandang Kontemporer
A.
Sudut Pandang Sejarah
Sejarah
akuntansi merupakan sejarah internasional. Sebagai permulaan, sistem pembukuan
berpasangan (double-entry bookkeeping),
yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaan akuntansi yaitu berawal dari
negara-negara kota di Italia pada abad ke-14 dan 15.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan pula. Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak negara, akuntansi tetap merpakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan professional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis dengan negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi yang lingkup keputusannya semakin internasional.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan pula. Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak negara, akuntansi tetap merpakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan professional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis dengan negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi yang lingkup keputusannya semakin internasional.
B.
Sudut Pandang Kontemporer
Sekarang
ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya
mempelajari akuntansi internasional. faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan
yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal
secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi
informasi.
Pengendlian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional. Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.
Pengendlian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional. Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.
12 Pertumbuhan dan Penyebaran
Operasi Multinasional.
Bisnis
internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Saat
ini, bisnis internasional semakin berhubungan dengan investasi asing langsung,
yang meliputi pendirian system manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan
membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi
strategis. Operasi yang dilaksanakan di luar negeri membuat manajer keuangan
dan akuntan menghadapi resiko berupa semua jenis masalah yang tidak mereka
hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan di dalam wilayah suatu negara.
Manajer keuangan dan akuntan juga harus memahami pengaruh kompleksitas
lingkungan pengukuran akuntansi suatu perusahaan multinasional (multinational
enterprise–MNE).
13 Inovasi Keuangan.
Manajemen
risiko telah menjadi istilah yang popular dalam lingkungan perusahaan dan
manajemen. Ketergantungan yang ditimbulkan terhadap praktik pelaporan
internasional dan kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk
risiko keuangan.
14 Kompetisi Global.
Faktor
lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah
fenomena kompetisi global. Terdapat standar penentuan acuan (benchmarking),
yaitu standar perbandingan yang digunakan ini melampaui batas-batas nasional.
Para pembaca laporan keuangan yang tidak menyadari perbedaan pengukuran
nasional dan perhitungan penyesuaian yang diperlukan dengan jelasnya berada
dalam posisi yang tidak menguntungkan.
15 Merger dan Akuisisi Lintas
batas Negara.
Seiring
dengan berlanjutnya trend global atas konsolidasi industry, berita mengenai
merger dan akuisisi internasional praktis merupakan kenyataan sehari-hari.
Apabila merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala
ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini
karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian
perusahaan.
16 Internasionalisasi Pasar
Modal
Faktor
yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi
internasional di kalangan eksekutif perusahaan, invetor, regulator pasar,
pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah
internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. Rata-rata ukuran dan volume
perdagangan per tahun atas perusahaan yang mencatatkan sahamnya telah tumbuh
secara besar, yang sebagian diakibatkan oleh merger dan akuisisi, yang juga
berakibat pada penghapusan pencatatan saham (delisting) yang dilakukan beberapa
perusahaan terkait. Tiga wilayah pasar ekuitas terbesar adalah Amerika Utara,
Asia Pasifik, dan Eropa.
a.
Amerika Utara
Ekonomi
AS dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990-an.
Relative pentingnya Amerika Utara dalam pasar ekuitas global juga meningkat:
kapitalisasi pasar di Amerika Utara dalam prosentase terhadap total global
berada pada posisi 57,2 persen pada awal tahun 2000.
b.
Asia Pasifik
Hingga
akhir-akhir ini, banyak ahli yang memperkirakan Asia akan menjadi wilayah pasar
ekuitas kedua terpenting. Prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas
Asia tampak kuat. Demikian juga, pemerintah dan bursa efek di Asia berada di
bawah tekanan untuk memperbaiki kualitas dan kredibilitas pasar untuk menarik
para investor.
c.
Eropa
Eropa
adalah wilayah pasar ekuitas terbesar kedua di dunia dalam hal kapitalisasi
pasar dan volume perdagangan. Pasar ekuitas Eropa akan terus tumbuh. Arus
ekuitas lintas batas meningkat dalam prosentase dibandingkan peningkatan arus
obligasi lintas batas, sebagian karena ekuitas merupakan investasi yang
menguntungkan sejak jatuhnya pasar pada bulan Oktober 1987.
17 Ekonomi Amerika dan Eropa
Barat
A.
Ekonomi Amerika
Ekonomi
Amerika merupakan ekonomi negara terbesar di dunia. Ini bisa dilihat dari
nominal Gross Domestic Products-nya yang pada tahun 2011 telah mencapai USD 15
Milyar yang diperkirakan merupakan 1/4 dari total GDP dunia. Walaupun Eropa
sebenarnya memiliki kekuatan ekonomi yang tidak kalah besar, namun harus
disadari juga bahwa Eropa merupakan kesatuan dari beberapa negara. Sedangkan
Amerika hanya terdiri dari 1 negara saja. Jadi bila dilihat dari perbandingan
tersebut, ekonomi Amerika tetap merupakan ekonomi terbesar di dunia.
Selain
memiliki GDP yang tinggi, ekonomi Amerika juga terbukti memiliki nilay daya
beli yang tinggi yang nilainya sekitar seperlima dari pendapatan domestik
bruoto nilai daya beli dunia. Dari nilai output yang dihasilkan oleh Amerika,
dimana pada tahun 2011 berhasil membawa Amerika ke dalam peringkat 7 tertinggi
di dunia, membuat Amerika menjadi negara paling kaya di dunia. Hal ini didukung
dengan predikat Amerika sebagai negara pusat perdagangan terbesar di dunia
dimana 3 mitra dagang terbesar Amerika saat ini adalah Kanada, China, dan
Meksiko.
Sistem
ekonomi Amerika merupakan sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi ini terbukti
telah berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan pendapatan domestik
bruto, mengurangi tingkat pengangguran, sampai pada tingginya tingkat pertumbuhan
investasi. Ini dapat dilihat dari peringkat 500 perusahaan terbesar di dunia,
133 perusahaan diantaranya berkantor pusat di Amerika sehingga ini semakin
mengukuhkan Amerika sebagai negara produsen terbesar di dunia walaupun sebagian
besar kegiatan ekonomi diklasifikasikan sebagai jasa.
Dari
data yang ada menyebutkan bahwa ekonomi Amerika merupakan ekonomi terbesar di
dunia sejak tahun 1890. Walaupun beberapa kali dihantam permasalahan ekonomi
yang serius, terbukti Amerika mampu melalui berbagai macam krisis ekonomi yang
melanda negeri Paman Sam tersebut. Tingkat pertumbuhan ekonomi Amerika
meningkat rata - rata 3,8% hingga tahun 1973. Sampai akhirnya setelah tahun
1973 tingkat pertumbuhan ekonomi berjalan dengan lambat dan stagnan, rata -
rata 2,7% sehingga mengakibatkan kenaikan tingkat pendapatan per tahun hanya
mencapai 0,3 %. Hal utama mengapa ekonomi Amerika berkembang dengan begitu
pesat adalah karena pemerintah Amerika memberi kebebasan kepada perusahaan
swasta untuk mengambil keputusan - keputusan penting yang berhubungan
dengan rakyat banyak. Data terakhir menyebutkan bahwa hingga saat ini di
Amerika terdapat 29,6 Juta perusahaan kecil, 30% jutawan dunia, 40% orang
dengan kekayaan dalam satuan Trilyun dunia, serta 133 perusahaan yang termasuk
dalam daftar 500 perusahaan besar di dunia.
B.
Ekonomi Eropa Barat
Eropa
Barat dalam pengertiannya yang paling umum adalah
konsep politik yang muncul dan dipakai pada Perang Dingin.
Perbatasannya terbentuk pada akhir Perang Dunia II, dan terdiri dari negara-negara
yang tidak diduduki oleh tentara Uni Soviet dan tidak dikuasai oleh
rezim komunis. Eropa Barat ini berbeda dengan Eropa Timur lebih
karena ekonomi dan politik dibandingkan dengan geografi.Pada masa kini,
istilah Eropa Barat lebih mengarah ke bidang ekonomi daripada politik dan
geografi. Konsep Eropa Barat ini lebih dihubungkan dengan konsep demokrasi,
liberal, kapitalisme, dan Uni Eropa. Negara-negara anggotanya memiliki
kebudayaan barat, dan hubungan ekonomi dan politik yang baik dengan Amerika
Utara,Amerika Selatan dan Oceania.
Setelah
berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara Eropa mengalami kemerosotan yang
sangat tajam di bidang ekonomi. Dengan adanya kenyataan tersebut, negara
Amerika Serikat memberikan bantuan melalui kebijakan Marshall Plan. Setelah Marshall
Plan berakhir, negara-negara Eropa membentuk suatu komunitas yang
bertujuan untuk memulihkan perekonomian Eropa bernama EEC (European Economic
Community) atau Masyarakat Ekonomi Eropa. Setelah sukses dengan menjalankan
programnya melalui kebijakan-kebijakan seperti Tarif Bea Bersama (Common
Customs Tariff) dan Kebijakan Komersial Bersama (Common Commercial Policy), EEC
mengganti namanya menjadi Euratom (Masyarakat Atom Eropa).
Hingga
akhirnya, pada abad ke-20 EEC berubah menjadi European Union atau Uni
Eropa hingga saat ini. Tercatat ada 27 negara anggota UE dengan 23 bahasa
resmi. Pengaruh Uni Eropa tidak hanya terjadi pada negara-negara Eropa, tetapi
juga sampai pada Indonesia melalui berbagai bentuk kerjasama. Sejarah telah mencatat
bahwa negara-negara Barat (Regional Eropa) merupakan wilayah-wilayah tempat
munculnya peradaban manusia yang cukup maju. Mulai dari pesisir pantai sampai
dengan wilayah daratan Eropa tidak luput dari keterlibatannya dalam
perkembangan peradaban kehidupan manusia dari dulu sampai sekarang.
Hubungan-hubungan masa lalu yang tercipta sebagai hasil dari upaya pemenuhan
kebutuhan hidup melalui perdagangan, perluasan wilayah, dan pengakuan
kedaulatan dari wilayah-wilayah sekitar telah menimbulkan banyak kejadian penting
yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peradaban kehidupan manusia
sampai detik ini.
Kesadaran
terhadap dampak negatif dari peperangan di masa lalu mencapai puncaknya pada
pasca Perang Dunia II dan menyebabkan negara-negara Eropa yang termasuk ke
dalam blok Eropa Barat mendirikan Council of Europe pada tahun
1949. Pengalaman yang tidak menyenangkan selama masa perang memicu
negara-negara Eropa Barat untuk melakukan usaha-usaha penyelamatan Eropa dari
kemungkinan-kemungkinan peperangan di masa yang akan datang.
Dalam
perkembangan Uni Eropa, negara-negara pionir –yang juga dikenal dengan
sebutan The Inner Six– sering melakukan pertemuan-pertemuan dan
menghasilkan traktat-traktat yang menghasilkan kesepakatan baru. Perjalanan
terbentuknya Uni Eropa dari masa awal mengalami perkembangan yang cukup bagus
dan signifikan. Hal yang paling mencolok adalah semakin banyaknya negara-negara
Eropa yang bergabung dengan The Inner Six sehingga terbentuklah
persatuan yang saat ini dikenal dengan sebutan European Union. Saat ini
tercatat ada 27 negara anggota UE dengan 23 bahasa resmi.
18 Pencatatan dan Penerbitan
Saham Lintas Batas Negara
Gelombang
minat melakukan pencatatan saham lintas batas yang terjadi di pasar baru Eropa,
menunjukkan bukti bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud melakukan
pencatatan lintas - batas di Eropa untuk memperluas kelompok pemegang saham,
meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/atau membangun kesadaran
masyarakat terhadap perusahaan, khususnya di negara - negara dimana perusahaan
memiliki operasi yang signifikan dan/atau pelanggan utama.
Banyak
perusahaan Eropa mengalami kesulitan ketika memutuskan dimana meningkatkan
jumlah modal atau mencatatkan sahamnya. Pengetahuan mengenai berbagai pasar
ekuitas dengan hukum, aturan dan karakter kelembagaan yang berbeda saat
diperlakukan saat ini. Pemahaman mengenai bagaimana karakteristik perusahaan
penerbit saham dan bursa efek saling berhubungan. Negara asal, industri, dan
besarnya penawaran perusahaan penerbit saham hanyalah beberapa faktor yang
perlu dipertimbangkan.
BAB II
Perkembangan
dan Klasifikasi
21 Perkembangan
Dengan
memahami perkembangan akuntansi yang terjadi maka kita akan mampu memahami
sistem akuntansi suatu negara dengan faktor yang mempengaruhinya, karena
akuntansi bereaksi pada lingkungannya, maka akuntansi setiap negara akan
berbeda karena lingkungan yang berbeda pada setiap negara, Ada delapan faktor
yaitu :
1.
Sumber pendanaan
Dengan pasar ekuitas yang kuat akuntansi
memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan
(profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas
masa depan dan resiko terkait.
2.
Sistem hukum
Sistem hukum menentukan bagaimana individu
dan lembaga berinteraksi.
3.
Perpajakan
Peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk kegiatan perpajakan.
Peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk kegiatan perpajakan.
4.
Ikatan politik dan ekonomi
Integrasi ekonomi melalui pertumbuhan
perdagangan dan arus modal internasional merupakan pendorong kuat akan
konvergensi standar akuntansi.
5.
Inflasi. inflasi menyebabkan
distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan
(tendensi) suatu negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun
perusahaan.
6.
Tingkat perkembangan ekonomi.
Mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian
dan menentukan manakah yang paling utama.
7.
Tingkat pendidikan. Standar dan
praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna
jika disalahartikan dan disalahgunakan.
8.
Budaya. Hofstede menjelaskan empat
dimensi budaya nasional (nilai sosial):
a.
Individualisme, merupakan
kecenderungan terhadap tatanan sosial yang tersusun longgar dibandingkan
terhadap tatanan yang tersusun ketat dan saling tergantung.
b.
Jarak kekuasaan, sejauh mana
hierarki dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan organisasi secara
tidak adil dan dapat diterima.
c.
Penghidaran ketidakpastian,.
d.
Maskulinitas, sejauh man peranan
gender di bedakan dan kinerja dan pencapaian yang dapat dilihat (nilai-nilai
maskulin yang tradisional) ditekankan daripada hubungan dan perhatian
(nilai-nilai feminim yang tradisional). Berdasar analisis diatas gray
mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang memengaruhi praktik pelaporan
keuangan suatu negara :
Ø Provesionalisme versus kontrol wajib : preferensi terhadap pelaksanaan
pertimbangan provesional individu dan regulasi sendiri kalangan profesional
dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yangtelah di tentukan.
Ø Keseragaman versus fleksibilitas : preferensi terhadap keseragaman dan
konsistensi dibandingkan dengan fleksibilitas dalam berekasi terhadap suatu
keadaan tertentu.
Ø Konservatisme versus optimisme : preferensi terhadap ukuran-ukuran laba
yang lebih konservatif merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran
ketidakpastian yang kuat yang berasal dari perhatian terhadap keamanan dan
kebutuhan yang dipersepsikan untuk mengadopsi pendekatan yang hati-hati untuk
menangani ketidakpastian masa depan
Ø Kerahasiaan versus tranparansi : preferensi atas kerahasiaan dan
pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan
dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.
22 Klasifikasi
Klasifikasi
akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara: dengan pertimbangan dan
secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan,
intuisi dan r basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
·
Empat Pendekatan terhadap
Perkembangan Akuntansi
Klasifikasi
awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pertengahan tahun
1960-an dengan mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan
akuntansi di negara-negara barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.
1.
Berdasarkan pendekatan makro ekonomi
Praktik akuntansi didapatkan dari dan
dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan
umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena perusahaan
bisnis mengoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional. Akuntansi di
Swedia berkembang dari pendekatan makroekonomi.
2.
Berdasarkan pendekatan mikro ekonomi
Akuntansi berkembang dari
prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu
yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Akuntansi di Belanda berkembang dari
pendekatan mikroekonomi.
3.
Berdasarkan pendekatan independen
Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa
yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalakan. Akuntansi
berkembang secara independen di Inggris dan Amerika Serikat.
4.
Berdasarkan pendekatan yang
seragam
Keseragaman dalam pengukuran,
pengungkapan, dan penyajian akan memudahkn perancang pemerintah, otoritas pajak
dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi dalam mengendalikan seluruh
jenis bisnis. Perancis, dengan bagan akuntansi nasional yang seragam, merupakan
pendukung utama pendekatan seragam.
·
Sistem Hukum: Akuntansi Hukum Umum
dengan Hukum Kode
Akuntansi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan sistem hukum suatu negara:
Akuntansi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan sistem hukum suatu negara:
1.
Akuntansi dalam negara-negara
hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar”,
transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan
pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporn keuangan
ditunjukkan untuk kebutuhan informasi investor luar. Penentuan standar
akuntansi cenderung merupakan aktivitas sector swasta dengan peranan penting
yang dimainkan oleh profesi akuntansi.
2.
Akuntansi dalam negara-negara
hukum kode memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan
pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan
pajak. Bank atau pemerintah (“orang dalam”) mendominasi sumber keuangan dan
pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor. Penentuan standar
akuntansi cenderung merupakan aktivitas sektor public dengan relative sedikit
pengaruh dari profesi akuntansi.
·
Sistem Praktik: Akuntansi
Penyajian Wajar versus Kepatuhan Hukum
Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin hilang, yaitu:
Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin hilang, yaitu:
1.
Ratusan perusahaan saat ini
mencatatkan sahamnya pada bursa efek di luar negara asal mereka.
2.
Beberapa negara hukum kode, secara
khusus Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar
akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sektor swasta yang professional dan
independen.
3.
pentingnya pasar saham sebagai
sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia. Pembedaan antara penyajian
wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak
permasalahan akuntansi, seperti:
a.
Depresiasi, dimana beban
ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat
ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak
(kepatuhan hukum).
b.
Sewa guna usaha yang memiliki substansi
pembelian aktiva tetap (properti) diperlakukan seperti itu (penyajian wajar)
atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum).
c.
Pension dengan biaya yang diakrual
pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut
dasar dibayar pada saat berhenti bekerja (kepatuhan hukum).
BAB III
Akuntansi
Komparatif : Eropa
31 Pengamatan Tentang Standar Praktek Akuntansi
Standar
akuntansi merupakan regulasi atau peraturan (sering sekali termasuk hukum dan
anggaran dasar) yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Jadi standar
akuntansi merupakan hasil dari susunan standar. Susunan standar akuntansi
biasanya menggabungkan kombinasi dari kelompok sektor umum dan swasta. Hubungan
antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit. Dalam beberapa
kasus, praktik diambil dari standar dan pada kasus yang lainnya , standar
diambil dari praktik. Praktik dapat dippengaruuhi oleh tekanan pasar,
seperti tekanan-tekanan yang berhubungan dengan persaingan pendapatan dalam
pasar modal.
32 IFRS dalam Uni Eropa
Pada
thun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua
perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti
IFRS dalam laporan keuangan gabungan merek yang dimulai pada tahun 2005. Negara-negara
anggota dibebaskan untuk memperluas persyaratan ini bagi semua perusahaan,
bukan hanya perusahaan yang terdaftar tetapi termasuk laporan keuangan
perusahaan lain.
33 Sistem Akuntansi Keuangan
Lima Negara
1.
Perancis
Perancis
merupakan penyokong paling utama dunia dalam kesamaan akuntansi nasional.
Menteri ekonomi nasional Perancis menyetujui Plan Comptable General
(Undang-Undang Akuntansi Nasional) yang berisi:
a.
Tujuan dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan.
b.
Definisi asset, uutang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeuaran.
c.
Aturan-aturan valuasi dan pengakuan.
d.
Daftar akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku lainnya yang
telah distandarisasi.
e.
Contoh laporan keuangan dan peraturan presentasinya.
Dasar
utama untuk regulasi akuntansi di Perancis adalah Undang-Undang Akuntansi 1983
da Dekrit Akuntansi 1983 yang menjadikan Plan Compatble General suatu kewajiban
bagi semua perusahaan. Catatan akuntansi yang secara hukum memberikan bukti dan
verifikasi, dianggap sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan.
Undang-undang perpajakan sangat mempengaruhi akuntansi di Perancis, pengeluaran
bisnis bisa dikurangi untuk pajak hanya jika benar-benar dilakukan dalam
laporan keuangan tahunan.
·
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada
5 perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Perancis:
a.
Counseil National de la Compatible
atau CNC (Badan Akuntansi Nasinal).
b.
Comite de la Reglementation
Cmpatable atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi).
c.
Autorite des Marches Financiers
aau AMF (Otoritas Pasar Publik).
d.
Order des Express-Comptable atau
OEC (Institut Akuntan Publik.
e.
Compagnic Nationale des
Commissaires aux Comtes atau CNCC (institut Nasional Undang-Undang Auditor)
CNC
terdiri dari 58 anggota yang mewakili profesi akuntansi, pegawai sipil, dan
atasan, persatuan dagang, dan kelompok-kelompok sektor swasta lainnya. CNC
mengonsultasikan masalah-masalah akuntansi yang memerlukan reglasi, tetapi
tidak memiliki kekuatan pengaturan atau pelaksanaan.
Oleh
karena kebutuhan akan cara penyediaan otoritas pengaturan yang cepat unstuk
standarisasi, maka CRC didirikan pad atahun 1998 yang merubah peraturan dan
rekomendasi CNC menjadi regulasi yang mengikat. Regulasi CRC dipublikasikan
dalam official journal of the French telah mendapat persetujuan menteri. Jadi,
CRC memiliki kekuatan pengaturan yang sebenarnya.
Profesi
akuntansi dan audit telah lama dipisahkan. Akuntan dan auditor Perancis
diwakili dua badan yakni OEC dan CNCC. Keduanya berpartisipasi dalam
pengembangan standar akuntansi melalui CNC dan CRC yang mewakili Perancis dalam
IASB
CNCC
mengeluarkan sebuah buku pegangan anggota yang berisi standar profesional yang
ekstensif dan mengeluarkan pula bulletin informasi yang memmmberikan bantuan
teknis.
AMF
bertanggung jawab untuk mengatasi audit perusahaan-perusahaan yang terdaftar.
Namun, AMF tergantung pada komite CNC, CENA untu melakukan tinjauan mutu audit
demi kepentingannya. Dengan penetapa bersama AMF, CENA memeriksa audit dari
setiap perusahaan yang terdaftar, sedikitnya sekali dalam 6 tahun. Pemeriksaan
lebih lanjut juga dilakukan dalam kasus-kasus dimana pekerjaan auditor dianggap
tidaklah sempurna.
·
Patokan Akuntansi
Semua
perusahan Perancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada tingkat
perusahaan pribadi. Akuntansi untuk perusahaan pribadi merupakan dasar hukum
untuk membagikan deviden dan menghitung penghasilan wajib pajak. Terdapat
beberapa pengecualian, aturan Perancis mengenai laporan keuangan gabungan yang
mengikuti pendekatan isi pokok laporan kewajaran penyajian daripada bentuknya.
Pengecualian tersebut yani bawa utang untuk kepentingan pasca pekerjaan tidak
harus diakui dan pinjaman keuangan tidak perlu dikapitalisasi.
2.
Jerman
Akhir
perang dunia kedua, iklim akuntansi Jerman terus berubah. Pda tahun 1965,
Corporate Law memindahkan sistem laporan keuangan Jerman kearah pemikiran
Inggris-Amerika. Laporan manajemen dan persyaratan audit tambahan menjadi
ketentuan wajib setelah pemberlakuan Undang-Undang Publikasi tahun 1969. Pada
awal 1970an, Uni Eropa mengeluarkan perintah penyelarasan.
Perlindungan
terhadap kreditur merupakan perhtian yang fundamentall bagi akuntansi di Jerman
yang dimasukkan dalam Hukum Komersial. Penilaian neraca yang konservatif
merupakan ha utama bagi perlindungan kreditor dan hukum pajak secara garis
besar menentukkan akuntansi komersial.
·
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sebelum
tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan
sebagaimana yang dipahami di negara-negara berbahasa Inggris. Undang-undang
tentang Pengendalian dan Transparansi tahun 1998 memperkenalkan keharusan bagi
Kementrian Kehakiman untuk mengakui badan swasta yang menetapkan standar
nasional untuk memenuhi tujuan berikut :
a.
Mengembangkan rekomendasi atas
penerapan standar akuntansi dalam laporan keuangan konsolidasi.
b.
Memberikan nasehat kepada
Kementrian Kehakiman atas legislasi akuntansi yang baru.
c.
Mewakili jerman atas organisasi
akuntansi Internasional, seperti IASB.
Komite
Standar Akuntansi Jerman (GASC) atau Deutsches Rechnungslegungs Standar
Committee (DRSC) didirikan tidak lama saat itu dan langsung diakui oleh
Kementrian Kehakiman sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standar di
Jerman. GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (GASB) yang melakukan
pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi. Penting untuk dingat bahwa
standar GASC adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan
konsolidasi. Sejak berdirinya, GASB telah mengeluarkan Standar Akuntansi Jerman
(GAS) untuk permasalahan seperti laporan arus kas, pelaporan segmen, pajak
tangguhan dan translasi mata uang asing.
·
Pelaporan Keuangan
Ada
3 kelompok ukuran – kecil, menengah, besar – yang didefinisikan dalam jumlah
dalam neraca, umlah penjualan per tahun, dan jumlah karyawan. Undang-undang
akuntansi tahun 1985 secara khusus menetukan isi dan bentuk laporan keuangan,
yang meliputi :
a.
Neraca
b.
Laporan Keuangan
c.
Catatan atas Laporan Keuangan
d.
Laporan Manajemen
e.
Laporan Auditor
Undang-Undang
1985 mengharuskan pengungkapan catatan laporan keuangan. Perusahaan kecil
dikecualikan dari ketentuan audit dan dapat meyusun neraca dalam bentuk yang
diringkas. Perusahaan kecil dan menengah juga memiliki ketentuan pengungkapan
yang lebih sedikit dalam catatan laporan keuangan dan menyusun laporan laba rugi
yang ringkas. Perusahaan yang sahamnya diperdagangkan kepada public harus
menyediakan laporan arus kas konsolidasi.
Ciri
utama sistem pelaporan keuangan di Jerman adalah laporan secara pribadi oleh
auditor kepada dewan direkur pengelolah perusahaan dan dewan pengawasa
perusahaan. Laporan ini berisi pendapat terhadap pospek masa depan perusahaan
dan khususnya factor-faktor yang mengancam kelangsungan hidup perusahaan.
Auditor harus menjelaskan dan menganalisis pos-pos dalam neraca yang memiliki
pengaruh material atas posisi keuangan perusahaan.
·
Pengukuran Akuntansi
Dua
bentuk metode pembelian yang diizinkan adalah metode nilai Buku dan metode
revaluasi. Aktiva dan kewajiban perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar
nilai kini dan jumlah yang tersisah merupakan goodwill. Goodwill dapat
disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau diamortisasi secara
sistematis selama umur manfaat ekonominya. Hukum tersebut menyebutkan periode 4
tahun sebagai periode amortisasi regular, akan tetapi periode hingga 20 tahun
masih dapat dierima. Metode ekuitas harus dapat digunakan untuk perusahaan yang
tidak konsolidasi dengan kepemilikan sebesar 20 % atau lebih.
3.
Republik Ceko
Akuntansi
di negara Ceko telah berganti arah beberapa kali, seiring dengan sejarah
politik negaranya. Praktik dan prinsip akuntansinya digambarkan oleh
negara-negara berbahasa Jerman di Eropa hingga akhir perang dunia II.
Selanjutnya dengan pembangunan sebuah ekonomi sentral, praktik akuntansi
didasarkan pada contoh Soviet.
·
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Akuntansi
di Republik Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20, yang
mencerminkan sejarah politiknya. Praktik dan prinsip akuntansi mencerminkan
praktik dan prinsip akuntansi yang dianut Negara-negara Eropa yang berbahasa Jerman
hingga akhir Perang Dunia II. Kemudian, karena perekonomian terencana oleh
pusat sedang dibangun, praktik akuntansi didasarkan pada model Soviet.
Kebutuhan administrasi berbagai pemerintah pusat dipenuhi melalui karakteristik
seperti daftar akun yang seragam, metode akuntansi yang detail dan laporan
keuangan yang seragam, yang wajib dibuat oleh seluruh perusahaan.
Akuntansi
di Ceko dipengaruhi oleh Hukum Komersial, Undang-undang akuntansi, dan
Keputusan Kementrian Keuangan. Bursa Efek memiliki pengaruh yang kecil dan
meskipun Hukum Komersial berasal dari Jerman, peraturan pajak tidak berpengaruh
secara langsung. Penyajian benar dan wajar yang diatur dalam undang-undang
akuntansi dan diambil dari Direktif UE diinterpretasikan dengan maksud bahwa
akun pajak dan akun keuangan diperlukan secara beda. Undang-undang auditor
disahkan pada tahun 1988. Suatu audit atas laporan keuangan diwajibkan untuk
seluruh perusahaan perseroan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas yang
besar.
·
Laporan Keuangan
Laporan
keuangan harus bersifat komparatif, terdiri dari : Neraca, Akun laba dan rugi
(laporan laba rugi) dan Catatan. Laporan keuangan disetujui dalam rapat tahunan
pemegang saham. Perusahaan yang sahamnya tercatat juga diharuskan untuk
menyajikan laporan keuangan per kuartal.perusahaan-perusahaan Di Ceko juga
memiliki opsi untuk menggunakan IAS/ IFRS atau standar akuntansi Ceko pada saat
menyusun laporan keuangan konsolidasi. Namun demikian, perusahaan yang tercatat
dalam Pasar Utama Bursa Efek Praha diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan
yang diaudit sesuai dengan IAS/ IFRS
4.
Belanda
Belanda
memiliki Undang-Undang Akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup
bebas tetapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Akuntansinyya
diorientasikan ke arah kewajaran penyajian. Laporan keuangan dan akutansi pajak
merupakan dua aktifitas yang terpisah. Inggris dan Amerika telah mempengaruhi
akuntansi Belanda. Akuntansi di Belanda dianggap sebagai sebuah cabang ekonomi,
banyak pemikiran dicurahkan untuk topik akuntansi. Pemikiran akademis memiliki
pengaruh dalam praktik berjalan. Belanda merupakan penyokong awal dari Standar
Internasional untuk akuntansi laporan keuangan dan laporan IASB
·
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Belanda
memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup
bebas tapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan
negara hukum, namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Pelaporan
keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas terpisah. Lebih lanjut
lagi, orientasi kewajaran berkembang tanpa adanya pengaruh dari pasar saham.
Inggris dan Amerika Serikat telah mempengaruhi akuntansi Belanda sama seperti
negara-negara Eropa continental lainnya, dan tidak seperti Negara continental lainnya,
profesi akuntansi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap standard
dan aturan akuntansi.
Regulasi
di Belanda tetap liberal hingga tahun 1970 ketika Undang-undang Laporan
Keuangan Tahunan diberlakukan. Undang-undang tersebut merupakan bagian dari
program besar perubahan dalam bidang hukum perusahaan dan diperkenalkan
sebagian untuk mencerminkan harmonisasi hukum perusahaan di dalam UE yang akan
terjadi. Di antara provisi utama Undang-undang tahun 1970 tersebut adalah
sebagai berikut :
a.
Laporan keuangan tahunan harus
menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan hasil keuangan selama suatu
tahun, dan seluruh pos di dalamnya harus dikelompokkan dan dijelaskan secara
memadai
b.
Laporan keuangan harus disusun
sesuai dengan praktik usaha yang baik (yaitu prinsip akuntansi dapat diterima
oleh kalangan usaha)
c.
Dasar penyajian aktiva dan
kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan
d.
Laporan keuangan harus disusun
sesuai dengan dasar yang konsisten dan pengaruh material dari perubahan dalam
prinsip akuntansi harus diungkapkan secukupnya
e.
Informasi keuangan komparatif
untuk periode sebelumnya harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan
kaki yang menyertainya
·
Laporan Keuangan
Kualitas
pelaporan keuangan Belanda sangat seragam. Laporan keuangan wajib harus disusun
dalam bahasa Belanda, namun dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman
dapat diterima. Laporan keuangan harus memuat Neraca, Laporan Laba Rugi,
Catatan-catatan, Laporan Direksi, dan Informasi lain yang direkomendasikan.
Laporan arus kas tidak diwajibkan, tetapi direkomendasikan oleh sebuah tuntunan
dewan dan kebanyakan perusahaan Belanda membuatnya. Catatan laporan keuangan
harus menjelaskan prinsip akuntansi yang digunakan dalam penilaian dan
penetapan hasil dan alasan-alasan dibalik setiap perubahan akuntansi yang
dilakukan. Laporan direksi mengevaluasi posisi keuangan pada tanggal neraca dan
kinerja selama tahun keuangan. Selain itu juga memberikan informasi mengenai
kinerja yang diharapkan selama tahun keuangan yang baru dan komentar atas
setiap peristiwa setelah tanggal neraca yang signifikan. “Informasi lain yang
direkomendasikan” harus mencakup laporan auditor dan penyisihan laba untuk
tahun berjalan.
·
Pengukuran Akuntansi
Fleksibilitas
Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat dilihat dengan diperbolehkannya
penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang
disusutkan. Karena perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas dalam
menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk
melakukan perataan laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi
dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham. Hal
ini antara lain :
a.
Kerugian akibat bencana yang tidak
mungkin atau tidak umum diasuransikan
b.
Kerugian akibat nasionalisasi atau
sejenis penyitaan lainnya
c.
Konsekuensi akibat restrukturisasi
keuangan
5.
Inggris
Akuntansi
di Inggris berkembang sebagai ilmu tunggal, kemudian Udang-Undang eprusahaan
menambahkan susunan persyaratan lainnya. Sejak tahun 1970-an,sumber penting
pengembangan Undang-Undang perusahaan adalah EU Directives, dimaa standar
akuntansi dan penyuunan standar menjadi lebih otoritatif. Inggris merupakan
negara pertama didunia yang mengembangkan profesi akuntansi serta konsep
kewajaran penyajian hasil dan posisi keuangan.
·
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Akuntansi
di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis
menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Warisan akuntansi Inggris bagi dunia
sangat penting. Inggris merupakan Negara pertama di dunia yang mengembangkan
profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep penyajian hasil dan posisi
keuangan yang wajar (pandangan yang benar dan wajar) juga berasal dari Inggris.
Pemikiran dan praktik akuntansi professional diekspor ke Australia, Kanada,
Amerika Serikat dan bekas wilayah jajahan Inggris seperti Hong Kong, India,
Kenya, Selandia Baru, Nigeria, Singapura dan Afrika Selatan.
Dua
sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan
profesi akuntansi. Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas
diatur oleh aktva yang disebut sebagai undang-undang perusahaan. Undang-undang
perusahaan disesuaikan, diperluas, dan dikonsolidasikan sepanjang tahun.
Undang-undang tahun 1981 juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi,
meliputi:
a.
Pendapatan dan beban harus
ditandingkan menurut dasar akrual.
b.
Pos aktiva dan kewajiban secara
terpisah dalam setiap kategori aktiva kewajiban dinilai secara terpisah.
c.
Pos aktiva dan kewajiban secara
terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah.
d.
Prinsip konversatisme
(kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengakuan realisasi laba dan
seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui.
e.
Penerapan kebijakan akuntansi yang
konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.
f.
Prinsip kelangsungan usaha
diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi.
Berikut
enam badan akuntansi di Inggris yang berhubungan dengan komite konsultatif
badan akuntansi yang berdiri pada tahun 1970 :
a.
Institut Akuntan berijin resmi di
Inggris dan di Wales (The Institute of Chartered Accountants
in England and Wales – ICAEW).
b.
Institut Akuntan berijin resmi di
Irlandia (The Institute of Chartered Accountants in Ireland -
ICAI).
c.
Institut Akuntan berijin resmi di
Skotlandia (The Institute of Chartered Accountants in Scotland – ICAS).
d.
Asosiasi Akuntansi berijin resmi
dan bersertifikat (The Association of Chartered Certified Accountants – ACCA).
e.
Institut Akuntan Manajemen berijin
resmi (The Chartered Institute of Manajement Accountans – CIMA).
f.
Institut Keuangan dan Akuntansi
Publik berijin resmi (The Chartered Institute of Public Finance and
Accountancy (CIPFA).
·
Laporan Keuangan
Pelaporan
keuangan Inggris termasuk yang paling komperhensif di dunia. Laporan keuangan
umumnya mencakup : Laporan direksi, Laporan laba dan rugi dan neraca, Laporan
arus kas, Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui, Laporan kebijakan
akuntansi, Catatan atas referensi dalam laporan keuangan dan Laporan auditor
Laporan
direksi membahas kegiatan usaha yang utama, pembahasan atas operasi dan
kemungkinan pengembangan, peristiwa-peristiwa penting setelah tanggal neraca,
dividen yang diusulkan, nama-nama anggota dewan direksi dan besarnya
kepemilikan saham, serta kontribusi politik dan amal yang dilakukan.
Sifat
lain pelaporan keuangan di Inggris adalah bahwa perusahaan berukuran kecil dan
menengah dikecualikan dari banyak kewajiban pelaporan keuangan. Undang-undang
Perusahaan menetapkan kriteria ukuran. Secara umum, perusahaan berukuran kecil
dan menengah diperbolehkan untuk menyusun akun yang diringkas beserta informasi
wajib tertentu dalam jumlah minimum. Kelompok usaha yang berukuran kecil dan
menegah dikecualikan dari penyusunan laporan konsolidasi.
DAFTAR PUSTAKA
D.S.Choi,Frederick dan Garyk,Meek.2005.International Accounting.Jakarta:Salemba Empat
http://yoelabraham20.blogspot.com/2014/03/bab-1-pendahuluan-akuntansi_17.html
http://www.pdfsearchengine.com/perkembangan-akuntansi-internasional.pdf. Download 19 september 2011
http://www.slideshare.net/naufal262/akuntansi-internasional
http://rasydinahmad0.blogspot.com/2014/05/akuntansi-komparataif-eropa.html
http://windy2502.blogspot.com/2013/04/pengamatan-tentang-standar-dan-praktik.html
http://www.slideshare.net/riska_khairul/sistem-akuntansi-keuangan-lima-negara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar